http://www.stie-mce.ac.idSebagai
seorang mahasiswa baru, tentunya saya akan melewati salah satu
tradisi kampus yaitu mengikuti ospek. Di STIE Malangkucecwara, tidak
ada yang namanya ospek. Yang ada hanyalah PSSM (Pengembangan Soft
Skill Mahasiswa). Kesan pertama ketika masuk gerbang, pastinya
bangga. Rasa kebanggaan ini makin terasa ketika saya sebagai seorang
“newbie” di kampus ini disambut oleh beberapa spanduk besar
bertuliskan “Welcome New Generation of STIE Malangkucecwara”. Hal
ini tentunya pelan-pelan memudarkan rasa kecewa karena tidak diterima
di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Ketika
masuk ke dalam Padepokan untuk pertama kalinya pada hari sabtu, saya
merasa bersemangat untuk mengikuti seluruh kegiatan. Bertemu banyak
teman baru, bertemu kakak-kakak senior yang pada saat itu bisa
dibilang 'galak' dan 'kaku', merasakan atmosfer yang berbeda, dan
masih banyak lagi. Ketika acara di mulai, saya makin bersemangat dan
antusias. Saya ditempatkan di kelompok paling solid, paling gaul, dan
yang paling miring otaknya, yaitu Time Management. Awalnya, semua
berjalan lancar, sampai ada pengumuman akan tugas-tugas dan
perlengkapan-perlengkapan yang harus kami kerjakan atau kami bawa
ketika PSSM.
![]() |
| Groufie sama Dosen yang akhirnya membawa Kemenangan wkwk |
Setelah
diberi tugas, kami langsung menuju ke lapangan basket untuk mengambil
almamater dan membagi kelompok yang dibantu kakak-kakak pembina (Kak
Rey, Kak Reva, Kak Friska) untuk mengerjakan tugas.
Hari
demi hari, makin terasa kedekatan antara satu dengan yang lain di
dalam kelompok. Hal ini makin diperkuat dengan predikat “Kelompok
Termalas” untuk kelompok kami. Di situ saya merasa sangat kecewa,
marah, dan tidak puas. Sejak hari itu, setiap malam saya dan
teman-teman berkumpul di kampus dan mengerjakan semua tugas
bersama-sama sampai pukul 12 malam, dimana gerbang kampus sudah harus
ditutup. Besoknya, kerja keras kami berhasil. Kami terbebas dari yang
namnya kelompok termalas, dimana rasanya puas, bebas, dan yang
pastinya senang.
Yang
awalnya hanya sekedar mengetahui nama masing-masing, sekarang jadi
mengetahui kepribadian masing-masing. Saya sangat bangga dengan
kelompok saya. Bersama mereka, saya belajar banyak hal, berbagi,
peduli terhadap orang lain, tidak egois, membangun pergaulan, menjaga
satu sama lain, dan masih banyak lagi. Pada hari terakhir, ada
rasanya untuk mengulang kembali PSSM. Meskipun rasa itu lebih banyak
dikuasai dengan kelelahan selama PSSM dimana saya hanya tidur 2-3 jam
per harinya. Saya ingin mengulangi semua kebersamaan selama PSSM
dengan orang-orang terbaik di kampus ini, saya ingin tertawa
bersama-sama dengan mereka pada momen-momen yang sekali seumur hidup
itu, saya juga ingin berjuang lagi bersama-sama dengan mereka sampai
pulang jalan kaki dari kampus pukul 12 malam. Kangen sih, tapi berat
juga kalau harus diulang lagi, terlalu banyak yang harus dikorbankan.
![]() |
| Just After the SOS24 Photoshoot #sokinggris #blah |
PSSM
yang sangat melelahkan ini, diakhiri dengan kejutan manis dari
kakak-kakak pembina, presidium, dan bapak ibu menwa. Diawali dengan
marah-marah karena kesalahan kami yang sangat banyak. Lalu, saya
disuruh maju oleh Kak Beti (Ketua Presidium) untuk membaca selembar
surat dari Pak Beni. Disana ditulis bahwa saya adalah peserta PSSM
putra terbaik. Tentu saja bangga, tapi kebanggaan ini langsung
disanggah oleh para Menwa dengan memperlihatkan jumlah peserta PSSM
yang tidak lulus PSSM. Jujur, pada saat itu saya tidak merasa takut
ataupun sedih, yang rasakan adalah gugup. Karena saya berdiri di
depan banyak orang dalam situasi yang tidak baik yaitu marah-marah
sampai-sampai kaki saya gemetaran. Tapi itu semua diakhiri dengan
adanya kata-kata “Kalian diberi kejutan”, disitu saya merasa
sangat bebas dan sangat lega. Kerja keras selama seminggu ini tidak
sia-sia, semuanya terbayarkan oleh “feel” penutupan PSSM. Dimana
kami semua tertawa selebar-lebarnya, melompat setinggi-tingginya,
bernyanyi sekeras-kerasnya, dan saling berpelukan seerat-eratnya.
Terima kasih STIE Mlangkucecawar buat PSSM yang takkan pernah pudar
di hati ini, terima kasih kakak-kakak presidium, pembina dan bapak
ibu Menwa, terima kasih Time Management.
Its such a sweet story to begin my college life. I will never forget it, because it will make a tatto in my heart, i couldnt be more grateful to be in here. Thank you!
![]() |
| BEST PERFORMANCE at INAGURASI! we beat them all really well, gaiss!!! |


