Minggu, 06 Desember 2015

SUKA DUKA PSSM 2015

http://www.stie-mce.ac.idSebagai seorang mahasiswa baru, tentunya saya akan melewati salah satu tradisi kampus yaitu mengikuti ospek. Di STIE Malangkucecwara, tidak ada yang namanya ospek. Yang ada hanyalah PSSM (Pengembangan Soft Skill Mahasiswa). Kesan pertama ketika masuk gerbang, pastinya bangga. Rasa kebanggaan ini makin terasa ketika saya sebagai seorang “newbie” di kampus ini disambut oleh beberapa spanduk besar bertuliskan “Welcome New Generation of STIE Malangkucecwara”. Hal ini tentunya pelan-pelan memudarkan rasa kecewa karena tidak diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Ketika masuk ke dalam Padepokan untuk pertama kalinya pada hari sabtu, saya merasa bersemangat untuk mengikuti seluruh kegiatan. Bertemu banyak teman baru, bertemu kakak-kakak senior yang pada saat itu bisa dibilang 'galak' dan 'kaku', merasakan atmosfer yang berbeda, dan masih banyak lagi. Ketika acara di mulai, saya makin bersemangat dan antusias. Saya ditempatkan di kelompok paling solid, paling gaul, dan yang paling miring otaknya, yaitu Time Management. Awalnya, semua berjalan lancar, sampai ada pengumuman akan tugas-tugas dan perlengkapan-perlengkapan yang harus kami kerjakan atau kami bawa ketika PSSM.
Groufie sama Dosen yang akhirnya membawa Kemenangan wkwk
Setelah diberi tugas, kami langsung menuju ke lapangan basket untuk mengambil almamater dan membagi kelompok yang dibantu kakak-kakak pembina (Kak Rey, Kak Reva, Kak Friska) untuk mengerjakan tugas.


Hari demi hari, makin terasa kedekatan antara satu dengan yang lain di dalam kelompok. Hal ini makin diperkuat dengan predikat “Kelompok Termalas” untuk kelompok kami. Di situ saya merasa sangat kecewa, marah, dan tidak puas. Sejak hari itu, setiap malam saya dan teman-teman berkumpul di kampus dan mengerjakan semua tugas bersama-sama sampai pukul 12 malam, dimana gerbang kampus sudah harus ditutup. Besoknya, kerja keras kami berhasil. Kami terbebas dari yang namnya kelompok termalas, dimana rasanya puas, bebas, dan yang pastinya senang.
Yang awalnya hanya sekedar mengetahui nama masing-masing, sekarang jadi mengetahui kepribadian masing-masing. Saya sangat bangga dengan kelompok saya. Bersama mereka, saya belajar banyak hal, berbagi, peduli terhadap orang lain, tidak egois, membangun pergaulan, menjaga satu sama lain, dan masih banyak lagi. Pada hari terakhir, ada rasanya untuk mengulang kembali PSSM. Meskipun rasa itu lebih banyak dikuasai dengan kelelahan selama PSSM dimana saya hanya tidur 2-3 jam per harinya. Saya ingin mengulangi semua kebersamaan selama PSSM dengan orang-orang terbaik di kampus ini, saya ingin tertawa bersama-sama dengan mereka pada momen-momen yang sekali seumur hidup itu, saya juga ingin berjuang lagi bersama-sama dengan mereka sampai pulang jalan kaki dari kampus pukul 12 malam. Kangen sih, tapi berat juga kalau harus diulang lagi, terlalu banyak yang harus dikorbankan.
Just After the SOS24 Photoshoot #sokinggris #blah

PSSM yang sangat melelahkan ini, diakhiri dengan kejutan manis dari kakak-kakak pembina, presidium, dan bapak ibu menwa. Diawali dengan marah-marah karena kesalahan kami yang sangat banyak. Lalu, saya disuruh maju oleh Kak Beti (Ketua Presidium) untuk membaca selembar surat dari Pak Beni. Disana ditulis bahwa saya adalah peserta PSSM putra terbaik. Tentu saja bangga, tapi kebanggaan ini langsung disanggah oleh para Menwa dengan memperlihatkan jumlah peserta PSSM yang tidak lulus PSSM. Jujur, pada saat itu saya tidak merasa takut ataupun sedih, yang rasakan adalah gugup. Karena saya berdiri di depan banyak orang dalam situasi yang tidak baik yaitu marah-marah sampai-sampai kaki saya gemetaran. Tapi itu semua diakhiri dengan adanya kata-kata “Kalian diberi kejutan”, disitu saya merasa sangat bebas dan sangat lega. Kerja keras selama seminggu ini tidak sia-sia, semuanya terbayarkan oleh “feel” penutupan PSSM. Dimana kami semua tertawa selebar-lebarnya, melompat setinggi-tingginya, bernyanyi sekeras-kerasnya, dan saling berpelukan seerat-eratnya. Terima kasih STIE Mlangkucecawar buat PSSM yang takkan pernah pudar di hati ini, terima kasih kakak-kakak presidium, pembina dan bapak ibu Menwa, terima kasih Time Management.

Its such a sweet story to begin my college life. I will never forget it, because it will make a tatto in my heart, i couldnt be more grateful to be in here. Thank you!

BEST PERFORMANCE at INAGURASI! we beat them all really well, gaiss!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar